Pages

Sunday, August 30, 2020

 Saya berharap. . . .

Minggu, 30 Agustus 2020

Dua, tiga tahun terakhir ini berada pada zona nyaman. Berada di masa saya tidak ingin begitu mengejar karir namun masih saja terus diberikan tanggung jawab pada posisi tinggi. Beberapa kali menghindar namun keengganan untuk katakan kata TIDAK sangat sulit diubah. Puncaknya tahun ini sepertinya. Harapan-harapan muncul. Di masa pandemi berpikir seandainya ada yang bisa menjadi tempat bertukar pikiran tentang segala hal, namun sejauh ini belum ada. 

Semuanya akan indah pada waktunya. Saya di tahap sangat bosan menunggu. Di pikiran hanya ada bagaimana bertemu dengan seseorang yang dibutuhkan. Merefleksi diri, apa yang salah dari diriku, saya pemilihkah atau bagaimana. Ada yang menghampiri namun saya menghindarinya karena bukan seperti itu yang saya butuhkan. Tak satupun dari mereka yang menghampiri memiliki tujuan yang sama denganku.

Pertanyaannya sampai kapan? Entahlah. Hanya waktu yang menjawab.

Saya hanya berharap tahun 2020 ini atau setidaknya 2021 jika umur panjang bisa:

- Menemukan pasangan hidup

- merealisasikan cita-cita ingin menjadi ibu rumah tangga

- ingin kuliah lagi

- ingin membangun sekolah yang orientasinya bagi anak-anak yang ingin kuliah di luar negeri

Saya selalu mengibaratkan diriku sebagai bunga lili di tebing. Hanya yang berani yang bisa memetik. Selain itu saya juga ingin seperti bunga anggrek di mana untuk membuatnya tumbuh butuh waktu yang lama dan perawatan yang serius.

Semoga ada sosok itu dan semoga saya seseorang yang beruntung.

Itulah harapanku dan semoga Allah mengijabah dan mengirimkan seseorang yang tepat yang bisa jadi partner hidup dan dalam segala hal.

Saturday, August 15, 2020

Catatanku

Ditulis pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020

Pkl 4.00 pagi WITA


Hikmah dari covid-19 ini adalah saya mulai punya waktu untuk memikirkan apa yang saya inginkan. 


Salah satunya adalah pernikahan. 

Sebenarnya bagi wanita itu pasti ada keinginan. 


Dulu, memang tidak pernah berpikiran cepat nikah. Bahkan pernah berpikir tidak begitu tertarik dengan pernikahan karena ribet. 


Sekarang berbeda. 


Sekarang kemauan untuk di tahap itu cukup besar. 


Ada beberapa kesempatan di mana ada yang mengutarakan niat baiknya namun saya kurang pas dengan caranya juga kesan yang ada setelah percakapan atau pertemuan. 


Sebagai wanita mandiri, pernah juga beberapa waktu lalu mendapatkan pernyataan pria meski sudah kenal lama tapi baru terhubung lagi terus dengan serta merta menyatakan maksudnya untuk serius sementara kita baru melakukan percakapan kalau dihitung baru 4 kalimat. Saya 2 kalimat dia 2 kalimat. Tiba-tiba ingin hubungannya seserius itu. Tanpa membicarakan atau membahas tentang kehidupan sehari-hari apa. Dia suka apa, saya suka apa. Apa yang diharapkan dari sebuah pernikahan. Itu sama sekali tidak ada. 


Saya sih maunya, lebih penting membahas hal yang prinsipil. Apa tujuan hidupnya, tujuannya menikah, ia akan menjadi suami seperti apa, saya diharapkan menjadi istri seperti apa. Bagaimana hubungan dengan keluarganya juga keluargaku. Apa yang dia suka atau hobinya apa. Saya suka dan hobinya apa. 


Yaa. Tapi sejauh ini belum dipertemukan dengan yang seperti itu. 


Saya orangnya to the point. Saya tidak bisa baca kode sama sekali tidak mengerti. Tapi saya sebagai perempuan tidak merasa percaya diri juga untuk menyatakan perasaan suka kepada pria yang saya suka. Namanya juga orang asia. Yang jelas kalau saya rajin nanya dan minta pendapat seseorang atau mengomentari rutinitas dia, itu artinya saya suka. Atau jika saya sudah bertanya tentang pemikiran dia tentang suatu hal, itu saya tertarik. Tapi ya sudahlah ya. 


Maunya sih orang yang suka menyatakan suka ke saya baru sayapun akan menyatakan perasaan saya. Memastikan punya rasa yang sama kemudian barulah membicarakan hal-hal tadi. 


Saya tidak begitu nyaman diajak keluar jalan atau nelpon berbicara.

Yang saya nyaman melalui pesan menjelaskan semuanya tentang dirinya dan harapannya. 


Saya sesimple itu. 


Tapi dengan catatan orang tersebut tidak punya hubungan dengan siapapun secara resmi atau apapun istilah hubungannya. 

Karena saya tidak suka mengambil yang bukan untuk saya atau yang orang lain anggap dia pemiliknya. 


Mari menunggu dan bersabar. Semoga Allah mempertemukan. Aamiin


Sambil menunggu lebih baik melakukan hal lain yaitu fokus kerja dan merencanakan hidup 1 hingga 2 tahun kedepan.

Saturday, July 25, 2020

My Understanding on the 7 Habits of Highly Effective People by Steven R. Covey

The 7 Habits of Highly Effective People
Steven R. Covey

This is what I have understood after reading the book.


    It's been too long reading a book. I had read this book few years ago. I start reading this book again today (July 25th, 2020). I have just faced a problem related with habits that makes me return to this book. I looked for the book in my bookshelves, found it and read it.

The 7 Habits of Highly Effective People by Steven R. Covey, I have the Indonesian version. I just review using my basic English. This is all my ability. Do not judge. If I review it wrong, let me know in the comment down below. The review is based on my understanding and compared with my experience.

Before we go further into the 7 Habits, we need to consider about the term of paradigm and principle.
Paradigm is the framework of the place you will destine. Principles are your own ways to reach the destination.

To apply the 7 Habits of Highly Effective People by Steven R. Covey, you need to read the book based on multiple perspectives and principles. To achieve the level you need to share with others so you can compare the experiences faced by different people.

Habit Number 1: Be Proactive

You are responsible to the decision you have made and the things happen in your life.A responsible person can manage their emotion or mood. The proactive person does and decides something hardly based on many concerns including the effects, the probability of other people's responses after many discussions with other people that meet the values she/he has in her/his life.

After deciding, you will act or have initiative doing what you have decided. The proactive person is able to solve problems and willingly do anything needed. Proactive person with doing their work honestly and persistence. The proactive person always has passion in doing things. After deciding, the proactive person will put everything to achieve the goals based on the values and principles she/he has, no matter what. The proactive person has significant influence to his/her surroundings and is a caring person to everyone. 

The proactive person realizes the consequences affected by the decisions made and directly apologize for any mistakes or errors done. Critics and suggestions are sincerely accepted by the proactive person because she/he always wants to turn things into the better ones.

The proactive person is able to be success in his/her life when doing things with fully committed. You are fully committed to concerns the details to the effects on the decision made, the execution, the influence to people surroundings, and to response on the critics and suggested given by upgrading her/himself.


Thank you for reading this.





To be continued to the next Habit.